18 Februari 2016

Sepasang kaki menyusuri jalan kenangan, dibawah rintikan hujan menerobos malam
Kesunyian..
hanyalah kesunyian yg tersisa,
tanpa ada tawa maupun canda

Jalanan sepi seolah mati,
hanya seseorang disana
Seseorang yg masih terus memberikan nyawa pada kenangan itu
Sehingga enggan ia lupakan


*Puisi tanpa judul yg dibuat setahun lalu 😊

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fiksi: Heart Blossoms (chap.6 Last) by Elisabeth

Percakapan Seorang Gadis dan Kakek Tua

Fiksi: Heart Blossoms (chap.1) by Elisabeth