Sabtu, 29 Oktober 2016

Puisi Rindu

Dibawah rimbunnya pohon aku bernyanyi. Daun-daun diranting pun ikut menari. Kubharap angin sampaikn lagu rindu ku. Ditempatnya berada nan jauh

Rumput dipadang menatap haru. Bertanya 'berapa lama lagi kau menunggu?'
Jika pujaan hatimu tak kembali. Mengapa engkau tak mencari..

Ku katakan cinta sejati tak perlu dicari. Dia kan kembali meski sejauh apapun ia pergi.
Dan rumput terdiam. Tapi hujan datang berbisik 'dia memilih yg lain.

Aku tersenyum. Rumput menatap sendu. 'Tidak apa-apa' ucapku. Tapi rindu sudah menjadi debu

Percakapan Seorang Gadis dan Kakek Tua

Suatu ketika seorang tua bertanya padaku.

" Apakah kau menyesal? "

" Apa yang harus ku sesalkan Pak Tua? " kembali ku bertanya.

" Bukankah hidup didunia ini penuh dengan penyesalan? " kata Pak Tua.
" Kadang kala apa yang kita harapkan tak sesuai dengan keinginan kita. Bukankah itu mengecewakan? Berharap pilihan kita yang terbaik, tapi salah. Ternyata masih ada yang lebih baik didepan sana. Tidakkah merasa menyesal? " lanjut si Pak Tua.

" Pak Tua, jika ingin dijelaskan satu persatu, terlalu banyak penyesalan didalam hidup ini. Kita hanya manusia yang tak sempurna. Jika tak ingin ada penyesalan janganlah jadi manusia. " jawabku pada si Pak Tua.

" Ha..ha..ha... Gadis muda, kau berbicara seolah kau tidak pernah memiliki penyesalan dalam hidupmu. "

" Pak Tua, bukankah sudah kukatakan terlalu banyak penyesalan jika ingin dijelaskan satu persatu?? "

" Jadi kau tidak pernah menyesal? "

" Sebagai manusia, siapa yang tak pernah menyesal? "

" Hei gadis muda aku hanya bertanya apakah kau menyesal? Kenapa jawabanmu berbelit-belit? "

" Pak Tua, penyesalan itu hanya untuk orang bodoh. Yang hanya bisa menyesali kesalahan dimasa lalunya seumur hidup tanpa melakukan apa-apa. " jelasku.

Pak Tua terdiam sejenak mendengar penuturanku.
Lalu kemudian berkata,
" Jadi kau tidak termasuk bagian dari orang bodoh itu? "

" Tentu saja tidak! Aku tidak akan membuang waktuku dengan percuma hanya untuk sebuah penyesalan bodoh yang tiada berakhir. "

Pak Tua terlihat mengangguk-anggukkan kepalanya sambil memejamkan matanya seolah mengerti.

" Jadi apakah yang akan kau perbuat? " tanya Pak Tua.

" Tidak ada yang harus diperbuat. Yang terjadi telah terjadi. Menyesal itu hanya untuk hari ini saja. Dan hari esok adalah lembaran baru. Jika hari kemarin telah melakukan sebuah kesalahan, maka dihari ini haruslah menjadi lebih baik. Penyesalan harusnya menjadikan kita untuk lebih kuat dan berhati-hati dalam bertindak. Karena tanpa sebuah kesalahan pun kita akan menjadi manusia yang ceroboh. Justru dari kesalahan itulah kita belajar, agar lebih baik lagi kedepannya. Dan tidak mengulang kesalahan yang sama, agar tak ada lagi penyesalan-penyesalan lain yang bermunculan. " jelasku panjang lebar kepada Pak Tua.

Pak Tua hanya mengangguk-anggukkan kepalanya saja sambil membelai jenggot putihnya yang begitu panjang.

" Gadis muda, perkataanmu ada benarnya. Penyesalan hanyalah sebuah proses pembelajaran, ujian, pengendalian diri dalam menjalani kehidupan. Jangan sampai penyesalan menghantui hidup kita. Jadikanlah kesalahan masa lalu sebagai pelajaran untuk menjadi lebih baik dimasa depan. Dan berhati-hatilah melangkah agar tidak terjadi kesalahan yang sama. " terang si Pak Tua.

" Baiklah aku harus kembali melanjutkan perjalanan. Semoga damai sejahtera melingkupimu. "

Dan seorang tua itu pun pergi meninggalkanku dibawah rimbunnya pohon apel.

Author by Elisabeth Yu

Minggu, 09 Oktober 2016

12 Kata "Jangan Menunggu" yang harus di Hindari

1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia.

2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.

3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.

4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan...

5. Jangan menunggu orang memahami kamu baru kamu memahami dia, tâÞi pahamilah orang itu, maka orang itu akan paham dengan kamu.

6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis. tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.

7. Jangan menunggu proyek baru bekerja, tapi bekerjalah, maka proyek akan menunggumu.

8. Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai,maka kamu akan dicintai.

9. Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percayalah,. bukan sekadar uang yang datang tapi juga rejeki yang lainnya.

10. Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah,maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.

11. Jangan menunggu sukses baru bersyukur. tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.

12. Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Kamu pasti bisa!

Dan...Jangan menunggu lama lagi untuk membagikan tulisan ini kepada semua orang yang anda kenal...sehingga kita semua tersadar... Keep on moving, keep on praying & never give up...