Postingan

Aku Mencintai......

λкu ɱєήçɪήταɪ ℓαήğɪτ,
Ťαρɪ ℓαήğɪτ τєяℓαℓu τɪήğğɪ τµк кµ яαɪЂ,
Ќєτɪкα ɪήğɪή кµ ğαραɪ
Ðɪα ɱєήğЂєɱραşкαή кµ кєɱɓαℓɪ кє ɓµɱɪ.λкµ ɱєήçɪήταɪ ℓαµτ,
Ťαρɪ ℓαµτ τєяℓαℓµ ðαℓαɱ µήτµк кµ şєℓαɱɪ
Ќєτɪкα ɪήğɪή кµ αяµήğɪ
Ôɱɓαк ɱєήğЂєɱραşкαή кµ кєɱɓαℓɪ кєşɪήɪλкu ɱєήçɪήταɪ ɱєяєкα,
Ťαρɪ ɱєяєкα τєяℓαℓµ şµℓɪτ µήtµк кµяαɪЂ,
Ĺαℓµ αкµ ɓєяtєɱαή ðєήğαή αήğɪή,
λήğɪή ɱєɱɓeяɪкµ кєşєζµкαή ðɪ ζɪwα кµ γαήğ ğєяşαήğ
λήğɪή ɱєɱɓαwα ρєяğɪ şєɱµα кєήαήğαή
λήğɪή ζµğα ɱeήğєяɪήgкαn şɪşα αɪя ɱαταλкµ ɓeяτєɱαή ðєήğαή Ђµζαή,
Ħµζαή ɱєήєɱαήɪкµ кєτɪкα şєήðɪяɪαή
Ħµζαή ɱєɱɓαwα ρєяğɪ şєɱµα кєşєðɪЂαή
Ðαή Ђµζαή ɱєήğЂαρµş αɪя ɱατα ɱєήζαðɪ şєɓµαЂ şєήyµɱαήЌαɱµ şєρєяτɪ ℓαήğɪτ ðαή ℓαµτ γαήğ кµ çɪήταɪ,
Ťαρɪ ταк ɱµήğкɪn ðαρατ кµ яαɪЂ
Ќαяєήα αкµ τɪðαкℓαЂ ɱαɱpµ ɱєήğğαραɪ Ђαήγα şєήðɪяɪ,
λкµ Ђαήγα ɱαɱρµ ɱєήαταρ ðαяɪ ζαµЂλкµ Ђαήyα ɓeяτєɱαή ðєήğαή αήğɪή ðαή Ђµζαή
Mєяєкα γαήg ɓɪşα кµ яαşαкαή
ώαℓαµ ήταЂ şµαtµ кєτɪкα ɱєяєкα кαή ɱeɱµşµЂɪкu
Ťαρɪ αкαή кєɱɓαℓɪ ɱєήζαðɪ αήğɪή ðαή Ђµζαή γαήğ αкµ яɪήðµкαή

Ketika Waktu......

Ketika waktu mengajarkan menghargai
Setiap detik menit yang berarti
Setiap hari bulan yang menanti
Agar kau pergunakan dengan telitiKetika waktu membawamu
Beranjak dari masa kanak-kanakmu
Kau gunakan itu dengan hura-hura
Dan kau lakukan semua sesuka hatimuKetika waktu kemudian menarikmu
Melewati masa dewasamu
Kau masih tak menyadari
Pentingnya sebuah kehidupanDan ketika waktu mengajakmu
Menapaki masa tua mu
Kau kembali meratapi hidupmu
Bertanya mengapa waktu begitu cepat berlaluKetika waktu kembali memaksamu
Kembali mengingatkan masa lalumu
Namun penyesalan menamparmu
Karna berartinya waktu yg tak kau hargaiDan ketika terakhir kalinya waktu menyapamu
Ia tersenyum dan tanpa menunggu
Waktu merampasnya darimu
Sesuatu hal yang kau sebut "hidup" itu_Elisabeth_

Fiksi: Heart Blossoms (chap.6 Last) by Elisabeth

Gambar
Diam-diam Henoch pergi menemui Ny. Martha. Meski sudah sangat lama, Henoch masih ingat betul jalan menuju rumah mantan mertuanya itu. Tidak sulit menemukannya karna selama bertahun-tahun jalanan kota itu tidak banyak berubah. Henoch sedang menunggu didepan pintu rumah. Kebetulan sekali Ny. Martha yang membukakan pintu.
" Selamat sore, nyonya Martha. Apa anda masih ingat denganku? " sapa Henoch dengan sopan.
Ny. Martha mengerutkan dahinya sambil mencoba mengingat lalu kemudian menunjuk Henoch. " Kau.... Henoch....!! Aku tidak mungkin lupa! Untuk apa kau kemari? " tanyanya dengan ketus.
" Ingatan anda masih kuat! Aku kesini bukan untuk bertengkar dengan anda! Jadi anda tidak perlu ketus seperti itu. " ujar Henoch.
" Jangan banyak bicara! Katakan saja tujuanmu kemari kemudian pergi! " sergah Ny. Martha dengan keras.
" Memang seperti itu tujuanku! Aku kesini karna anakku, Keith! Aku akan sangat menghargai anda, bila anda berhenti mengganggu kehidupan …

Fiksi: Heart Blossoms (chap.5) by Elisabeth

Keith masuk ke dalam kamar pasien dimana Edeline terbaring. Ia tidur dengan nyenyak sekali. Perasaan Keith sedikit lebih tenang. Ia duduk disamping tempat tidur Edeline. Menatapnya sambil menunggunya bangun. Ronan, mama Edeline dan Celine masuk ke dalam untuk melihat kondisi Edeline sebentar." Sekarang dia sedang tidur nyenyak. Ayo keluar, biarkan dia istirahat. " ajak mama Edeline pada semuanya untuk keluar dari kamar pasien." Nyonya Willen, bolehkan aku tetap disini menunggu Edeline? " tanya Keith meminta ijin." Tentu saja boleh. " jawab mama Edeline.
" Tapi kau juga jangan lupa istirahat ya! Oh kalau kau disini, aku dan Celine bisa pulang sebentar mengambil barang Edeline. Nanti sore aku kembali lagi. Kalau ada apa-apa hubungi aku saja. Ini ponsel Edeline, kau bisa memakainya. " pesan mama Edeline sembari memberikan ponsel. Ia tahu pemuda itu tidak memakai ponsel." Baik. Terima kasih, nyonya Willen. " sahut Keith.
Ronan juga pamit p…